asads
U2FsdGVkX1+oAnwbnskvya69szTjdFpGybhS2NzdrKHSjoJTr08Mjc5tbPuHiBiBO8XlWYvlkceixZrnmV7xdQ==

Baca Juga

Tips Monitor LCD/LED Bekas Yang Berkualitas-Memilih monitor bekas yang berkualitas memang bisa dibilang susah-susah gampang, apalagi saat hendak memilih monitor jenis LCD maupun LED yang bisa dibilang jika layarnya sudah rusak maka sama seperti membeli monitor baru jika ingin memperbaikinya. Oleh karena itu, jika sobat sedang atau akan membeli monitor baik itu CRT, LCD maupun LED perlu mempelajari terlebih dahulu tips-tips saat membeli monitor bekas atau second.
Tips Memilih Monitor LCD/LED Bekas Yang Berkualitas

Keuntungan membeli monitor LCD, CRT ataupun LED yang bekas yaitu memiliki harga yang murah. Admin sendiri pun sering membeli monitor bekas, bahkan sering dijual kembali dengan mengambil keuntungan (Jual beli barang bekas). Hingga saat ini, monitor bekas yang admin pakai untuk kegiatan ngeblog ataupun ngegame tidak pernah mengalami kendala sama sekali. Saran dari admin, jika sobat akan membeli barang bekas seperti monitor, sobat harus benar-benar mengecek kondisi barang tersebut karena barang elektronik tidak bisa dipastikan dengan kasat mata. Misalnya kondisi monitor yang akan sobat beli memiliki tampilan atau fisik yang bisa dibilang 90 persen masih mulus tapi tidak menjamin hardware didalamnya masih bagus pula.

Pada artikel kali ini, admin forum komputer akan membahas dan menjelaskan secara lengkap dan detail mengenai tips-tips memilih dan membeli monitor second atau bekas tapi yang memiliki kualitas yang masih bagus. Berikut penjelasan selengkapnya.

Perhatikan body monitor.
Tips pertama yang perlu sobat lakukan adalah cek fisik atau body monitor yang akan dibeli. Cek semua fisik dari monitor tersebut, apakah ada cacat seperti lecet, atau ada bekas congkelan karena pernah dibongkar, serta cek kelengkapan dari port VGA. Perhatikan apakah pin-pin pada port VGA masih normal atau ada yang patah.

Segel Sambungan.
Perhatikan pula segel sambungan pada monitor yang mana juga menentukan apakah monitor tersebut pernah direparasi sehingga kemampuannya masih terbilang bagus.

Pilih resolusi layar.
Faktor penting lainnya yang patut dipertimbangkan adalah resolusi layar. Terlebih di zaman sekarang, kebanyakan monitor sudah memiliki resolusi Full HD (1920 x 1080 piksel). Tampilan gambarnya sangat tajam dengan ukuran teks yang bisa dilihat jelas menjadikan monitor dengan resolusi Full HD sebuah kebutuhan dasar monitor saat ini. 

Mencoba monitor yang akan dibeli.
Ada beberapa percobaan yang mesti dilakukan diantaranya adalah mencoba menghidupkan monitor dengan mengkoneksikannya ke CPU dan mencobanya dengan resolusi 1024 x 768 pixel. Kenapa resolusi ini karena resolusi ini adalah resolusi minimal untuk kebanyakan keperluan kita berkomputer nanti, baik ngegame, video editing maupun berinternet ria. Selanjutnya perhatikan layar monitor, monitor normal seharusnya layar tampak full tidak ada bagian kaca yang tersisa tanpa gambar setelah kita mensetting panel controlnya. Bila di resolusi ini layar monitor bergelombang dan bergaris atau ada bagian tersisa tanpa gambar (tidak full screen) berarti monitor dalam masalah berat. 

Cek akurasi warna.
Pengguna profesional biasanya memiliki kebutuhan khusus yang membuat mereka harus mempertimbangkan beberapa aspek sebelum memilih monitor. Sebut saja profesi seperti fotografer, desainer web, special effect artist, hingga pro-gamer, yang membutuhkan kontrol warna yang akurat untuk mendukung seluruh pekerjaan. Jika sobat termasuk di dalamnya, prioritas utama untuk memilih monitor yang tepat adalah kualitas gambar dengan sRGB. 

Perhatikan Merk.
Ada beragam merk monitor yang bisa dijadikan pilihan. Namun, saat membeli monitor bekas, sebaiknya pilih monitor dengan merk-merk ternama seperti LG atau Samsung. Atau bisa juga memilih monitor bekas bulit up dengan merk Dell, BenQ, serta HP.

Kecepatan refresh rate.
Faktor lain yang turut menentukan pilihan adalah refresh rate. Kebanyakan monitor saat ini dilengkapi dengan refresh rate 60 Hz, yang berarti sobat hanya dapat melihat 60 frame per detik ketika gaming. Ini cukup bagi pekerja kantoran, dosen, atau pebisnis yang hanya menggunakan monitor untuk komputasi sehari-hari.

Tapi jika sobat adalah gamer, animator, atau YouTuber, maka pilihlah monitor dengan minimal refresh rate 144 Hz agar memberikan pengalaman bermain atau kerja yang lebih smooth. Beberapa monitor gaming high end bahkan dirancang dengan teknologi yang dikenal sebagai variable refresh rate. Fitur ini disematkan dalam monitor agar dapat me-refresh pada frame rate yang sama oleh sistem.  Misalnya, jika game di-render pada 50 frame per detik, maka monitor juga akan refresh pada 50 frame per detik.

Cek pencahayaan.
Pilih monitor yang cahaya layarnya msih terang, karena kalau cahayanya agak redup kemungkinan tidak lama lagi tabungnya akan rusak. Apabila sobat membeli pada toko komputer, mintalah garansi dari toko tersebut dengan jangka waktu yang disepakati bersama.

Cek response time.
Poin ini tak semua orang membutuhkannya. Umumnya, monitor dengan response time yang cepat lebih banyak dibutuhkan gamer profesional. Gamer menuntut response time di bawah 8 ms untuk memastikan bahwa video atau animasi yang bergerak cepat dapat terbebas dari efek ghosting saat dipakai untuk game berat.

Perhatikan fitur lainnya.
Untuk meningkatkan produktivitas kerja atau berkolaborasi bersama teman, pilihlah monitor dengan stand (dudukan) ergonomis sehingga tingkat kemiringan, ketinggian, dan sudutnya bisa diatur dengan mudah. Selain memberikan rasa nyaman saat menggunakan monitor, desain tersebut juga turut meminimalkan rasa capek pada leher dan mata saat menatap monitor.

Referensi : www.acerid.com























Loading...