asads
U2FsdGVkX1+oAnwbnskvya69szTjdFpGybhS2NzdrKHSjoJTr08Mjc5tbPuHiBiBO8XlWYvlkceixZrnmV7xdQ==

Baca Juga

Pengertian PSU, Fungsi Dan Cara Kerjanya-Power supply sering dianggap menjadi bagian yang remeh dalam memilih komponen PC. Buktinya bisa ditanyakan langsung kepada penjual PC rakitan. Tidak jarang seorng menginginkan PC yang hebat dengan pilihan prosessor terbaru seperti core i9, motherboard terbagus, dan lain-lain namun untuk pembelian power supply, hanya sekedar mengandalkan yang tersedia dari bawaan casing.
Pengertian Power Supply, Fungsi Serta Cara Kerjanya Terlengkap

Bahkan untuk membeli sebuah power supply seharga kisaran satu jutaan terkadang sudah menjadi pertimbangan tersendiri. Padahal bagian terpenting yang menyuplai daya pada sistem komputer sobat, power supply mempunyai peranan yang sangat penting. Admin mengajak sobat untuk mengenal lebih dekat dan menjelajahi power supply.

Apa pengertian dari power supply?
Pada dasarnya power supply termasuk dari bagian power sonversion. Power conversion sendiri terdiri dari tiga macam yaitu : AC/DC Power Supply, DC/DC Converter, dan DC/AC Inverter. Power supply untuk PC sering disebut sebagai PSU (power supply unit).

PSU termasuk power conversion AC/DC yang memiliki fungsi utama yaitu mengubah arus listrik bolak balik (AC) yang tersedia dari PLN menjadi arus listrik DC yang dibutuhkan oleh komponen pada PC.

Power supply diharapkan dapat melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut :
  • Rectification : konversi input listrik AC menjadi DC.
  • Voltage Transformation : memberikan keluaran tegangan tegangan/voltage DC yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Filtering : menghasilkan arus listrik DC yang lebih bersih, bebas dari ripple ataupun noise listrik yang lain.
  • Regulation : mengendalikan tegangan keluaran agar tetap terjaga, tergantung pada tingkatan yang diinginkan, beban daya, dan perubahan kenaikan temperatur kerja juga toleransi perubahan tegangan daya input.
  • Isolation : memisahkan secara elektrik output yang dihasilkan dari sumber input.
  • Protection : mencegah lonjakan tegangan listrik (jika terjadi), sehingga tidak terjadi pada output, biasanya dengan tersedianya sekering untuk auto shutdown jika hal itu terjadi.
Idealnya, sebuah power supply dapat enghasilkan output yang bersih, dengan tegangan output yang konstan terjaga dengan tingkat toleransi dari tegangan input, beban daya, juga suhu kerja, dengan tingkat konversi efisiensi 100%.

Konversi AC ke DC.
Untuk konversi dari listrik AC ke DC, ada dua metode yang mungkin digunakan. Pertama dengan linear power supply. Ini adalah rangkaian AC ke DC yang sangat sederhana.

Setelah listrik AC dari line input di step down oleh transformer, kemudian dijadikan DC secara sederhana dengan rangkaian empat diode penyearah. Komponen tambahan lain adalah kapasitor untuk meratakan tegangan. Tambahan komponen yang mungkin disertakan adalah linear regulation, yang bertugas menjaga tegangan sesuai yang diinginkan, meski daya output yang dibutuhkan bertambah.
Pengertian Power Supply PSU, Fungsi Serta Cara Kerjanya Terlengkap
Linear power supply dapat sobat temukan pada DC power adapter sederhana. Ia memungkinkan untuk diproduksi dengan ongkos minimum. Kelemahan utamanya pada tingkat power conversion dengan efisiensi yang rendah. Berikut adalah dibutuhkannya ukuran transformer yang besar untuk daya ampere yang besar.

Switching Power Supply. 
Power supply untuk PC membutuhkan daya besar dengan tingkat panas yang minim dan tegangan yang lebih bertenaga. Linear power supply tidak cocok untuk hal ini, maka digunakan metode switching power supply. Jauh lebih kompleks, namun menawarkan tingkat efisiensi dan daya yang lebih besar. Kelebihan utama pada kemampuan mengendalikan tegangan output agar tetap terjaga.
Pengertian Power Supply PSU, Fungsi Serta Cara Kerjanya Terlengkap

PWD atau Pulse Width Modulation adalah sinyal utama yang memberikan perintah untuk mengendalikan tegangan, sekiranya terjadi perubahan beban pada output, ia dapat bekerja dalam selang waktu singkat, hanya dalam hitungan microsecond.

Secara sederhana, apa yang terjadi pada power supply adalah sebagai berikut : Input listrik AC 220V via rectifier diubah ke DC, filter (membersihkan dari noise sumber listrik AC). Dimungkinkan juga ditambah dengan rangkaian PFC (power factor correction). Sejumlah kapasitor berkapasitas besar juga digunakan untuk lebih memeratakan tegangan. Rangkaian kapasitor ini juga dihubungkan dnegan MOSFET.

Metal oxide semiconduktor field effect transistor (MOSFET) terhubung secara serial dengan sisi input transformer berfungsi sebagai on-off switch. Ia akan mengkomunikasikan (feedback) sekiranya terjadi perubahan daya yang dibutuhkan berupa sinyal PWM.

Dengan Upgrade Power Supply Apakah Menambah Beban Daya dan Tagihan Listrik?
Banyak pengguna PC yang salah kaprah dalam melakukan perkiraan perhitungan daya listrik yang digunakan, khususnya untuk hubungannya dengan power supply. Perlu digaris bawahi disini adalah power supply tugasnya adalah menyediakan catudaya yang dibutuhkan oleh sistem. Artinya, jika power supply yang digunakan memiliki supply daya 550 W, sedangkan komponen dalam system hanya membutuhkan catu daya 350W, maka daya yang dibutuhkan power supply hanya 350W (dikalikan power factor).

Menggunakan power supply dengan kemampuan supply aya yang lebih besar dibandingan dengan kebutuhan daya sangat disarankan. Power supply yang bekerja (jauh) dibawah supply daya maksimal dapat bekerja lebih maksimal, tanpa harus mengeluarkan panas yang berlebihan.

Untuk masalah daya yang dibutuhkan akan sangat berpengaruh dengan power factor. Makin rendah power factor, tingkat efisiensi dari power supply juga semakin rendah. Artinya akan butuh makin banyak input daya untuk menghasilkan daya yang sama, dibandingkan power supply yang memiliki power factor yang baik.

Power Supply Berapa Watt? Seberapa Pentingkah Hal Ini?
Beberapa merk power supply memiliki standart yang berbeda untuk menyatakan hal ini. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah wattage untuk suhu kerja maksimum. Namun untuk informasi tersebut, sering tidak disampaikan produsennya.

Kebanyakan menyatakan wattage untuk suhu ruangan (+-25 derajat C). Ini hanya akan terjadi pada saat power supply baru mulai beroperasi. Ketika sudah beroperasi secara terus-menerus, suhu akan meningkat (+-40-50 derajat C). Hal ini dapat menurunkan kemampuan wattage hingga 33-50%, tergantung komponen yang digunakan.

Sebaiknya sobat tidak lagi semata-mata memperhatikan kemampuan wattage. Tapi lebih jeli lagi, melihat wattage untuk suhi kerja sesuai dalam penggunaan nantinya.

Berat power supply.
Ada beberapa pendapat berat dari power supply akan mempengaruhi kualitasnya. Layaknya speaker, dikarenakan kemampuan magnet pada driver yang digunakan. Hal ini tidak tepat diberlakukan untuk power supply pada PC. Masih masuk akal untuk power supply DC adapter yang lain, dikarenakan masih ada korelasi dengan berat transformer (yang didominasi oleh gulungan tembaga), akhirnya menentukan besar kuat arus yang mampu ditangani.

Sumber : Majalah PC MEDIA.









































































Loading...