Mengenal System Restore Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Mengenal System Restore-System restore bukan fitur baru dalam system operasi windows 10, bukan juga fitur yang sangat lama. System restore mulai diperkenalkan sejak windows Me diluncurkan.

System restore memungkinkan seorang administrator untuk mengembalikan system pada kondisi sebelumnya tanpa kehilangan data personal. Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang diberikan/terjadi pada sistem membuat system menjai tidak stabil atau menjadi tidak sebagaimana mestinya.
Mengenal System Restore Dan Bagaimana Cara Kerjanya

System restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi pada system. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Sehingga sobat dapat mengetahui kapan saja perubahan pada system sobat terjadi. Selain mencatat perubahan system, system restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan restore checkpoint.

Restore Checkpoint mengembalikan kondisi system pada kondisi-kondisi sebelumnya dimana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore point juga dapat sobat lakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.

System restore tidak hanya melakukan restorasi terhadap partisi hardisk yang digunakan untuk operating system saja, melainkan semua partisi hardisk. Sebab bisa saja sobat menginstal sebuah program pada partisi hardisk yang berbeda dengan letak operating system sobat.

Aktivasi system restore.
Bagaimana mengaktifkan system restore? Sebenarnya secara standart, system restore akan aktif secara otomatis, segera setelah windows berhasil diinstal. Aktifnya system restore membutuhkan minimal 200Mb pada setiap partisi. Jika ruang yag ada tidak mencukupi, maka secara otomatis pula system restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi.

Bagaimana bila ingin mengontrol/mengaktifkan system restore.
Proses kontrol ini dapat sobat lakukan dengan cara manual, bila sobat inginkan. Silahkan baca artikel berikut ini untuk membuat restore point pada windows 7, windows 8 ataupun windows 10.

Dapatkah kapasitas system restore dikecilkan?
Dikecilkan tidak mungkin. Namun bisa diperbesar tergantung pada besar hardisk yang digunakan.Maksimal sampai 12% kapasitas Hardisk. Jika catatan yang dimiliki oleh system restore terus bertambah, maka secara otomatis system restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.

Apakah kerja system restore dapat mempengaruhi kinerja sistem komputer itu sendiri?
Tidak. System restore tidak bekerja non-stop secara terus-menerus. Ia hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja untuk dapat melakukan pencatatan (system snapshot). Dan pencatatan ini dilakukan hanya pada saat komputer dalam keadaan menyala, namun tidak sedang digunakan (Idle).

Siapa saja yang dapat menggunakan system restore?
Hanya user yang memiliki hak administrator saja yang dapat melakukan restorasi sistem. Juga untuk melakukan pengaturan sistem restore.

Meskipun demikian pencatatan restore point yang dilakukan secara otomatis oleh komputer akan tetap berjalan, dengan menggunakan hak login siapa saja.

Apa saja yang direstorasi oleh system restore?
Yang direstorasi oleh system restore hanya sistem dan file sistem saja. Selebihnya tidak. Berbeda dengan fitur back-up yang menyimpan data personal.

Meskipun demikian, bukan berarti sistem sobat akan kembali menjadi Nolntau ter-reset. Misalnya saja password pada windows yang tidak akan ikut terrestorasi. Begitu pula password yang ada pada cache memory internet explorer sobat.

Namun, lain halnya dengan password yang ada didalam program-program. Misalnya password untuk login ke yahoo!. Umumnya sobat yang mengaktifkan fitur remember user name and password atau automatically login, tidak akan dapat melihat password sobat tertulis disana, kolom password ini akan kosong.

Jangan panik. Karena password pada aplikasi semacam ini umumnya disimpan pada server diluar komputer sobat, sehingga sobat tidak perlu khawatir. Cukup masukkan login dan password yang sama, sobat pun dapat mengakses kembali yahoo! messenger sobat.

Apa lagi yang direstorasi dan yang tidak direstorasi oleh system restore?
Berikut adalah data lain yang direstorsi oleh syste, restore :
  • Perubahan yang ada dalam resgistry.
  • Profil local.
  • COM+DB.
  • WFP.dll cache.
  • WMI DB.
  • IIS Metabase.
Dan berikut adalah data lain yang tidak direstorasi dengan system restore :
  • Setting pada DRM.
  • Setting pada WPA.
  • Data pada folder redirect program.
Bagaimana dengan aplikasi? Apakah system restore akan melakukan uninstal pada aplikasi tersebut?
Aplikasi yang sudah diinstal tidak akan di uninstal oleh system restore. Oleh sebab itu, ada baiknya bila sobat meng-uninstal terlebih dahulu aplikasi yang akan dihilangkan, kemudian lakukan system restore.

Pada aplikasi, system restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry, serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.

Ingatlah bahwa system restore berbeda dengan back-up.
Untuk data personal baik yang tersimpan dalam my document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karenamemang system restore tidak mengamati file-file seperti itu (.doc, .jpeg, dan seterusnya).

Bagaimana menghapus restore point?
Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali sobat menonaktifkan system restore, penonaktifan akan membuat restore point hilang semuanya. Klik kanan partisi dimana restore point ingin dihapus, lalu pilih properties. Kemudian tekan tombol Disk CleanUp dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian system restore tekan tombol Clean Up.
Mengenal System Restore Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Catatan :
Setiap kali selesai menyingkirkan sebuah virus, sebaiknya sobat mereset system restore point sobat. Agar pada saat system restore dijalankan, virus tidak tersimpan atau terinstal kembali. Cara me-reset system restore adaah dengan cara menonaktifkan sementara lalu mengaktifkannya kembali dengan segera.

Hal ini dikarenakan untuk virus-virus tertentu, mereka akan kembali terrestorasi begitu system restore dijalankan. Oleh sebab itu, harus benar-benar diperhatikan ketika sobat terfikir untuk menjalankan system restore.

















































































Related Posts

Mengenal System Restore Dan Bagaimana Cara Kerjanya
4/ 5
Oleh