Pengertian dan Perbedaan Antara Reseller, Marketer dan Dropshiper

Perbedaan Antara Reseller, Marketer dan Dropshiper-Mendengar kata-kata reseller, marketer ataupun dropshipper pasti yang terekam dibenak sobat adalah jualan online atau yang lebih kerennya disebut dengan istilah olshop. Ya, kata-kata reseller, markerter dan juga dropshipper memang tak lepas dari bisnis online, dan hal ini juga yang akan dibahas pada artikel kali ini.

Kenapa pada pembahasan kali ini admin forum komputer memilih pembahasan mengenai online shop???, karena untuk saat ini olshop sedang digandrungi oleh pegiat media sosial, mereka banyak menawarkan barang dagangan lewat media sosial karena media sosial seperti facebook dan lainnya sangat ampuh untuk menjaring konsumen dari berbagai kalangan. Tidak sedikit yang ingin menjadi marketer, reseller ataupun juga dropshipper tapi tidak sedikit pula yang masih binggung perbedaan antara reseller, marketer dan dropshipper.

Pengertian dan Perbedaan Antara Reseller, Marketer dan Dropshiper

Nah pada artikel kali ini admin akan membantu sobat menambah wawasan mengenai pengertian dan perbedaan antara reseller, marketer dan juga dropshiper atau sobat tak salah dalam memilih bisnis mana yang akan sobat geluti nantinya.

Pengertian Marketer.
Marketer adalah seseorang yang fokus pada bisnis merketing atau pemasaran, marketer biasanya berafiliasi dengan produsen, membantu mereka memasarkan produknya secara online. Pasar marketer bisa seorang blogger, penulis konten, buzzer media sosial atau juga reviewer. Intinya mereka membantu agar suatu produk dikenal lebih luas dan mencapai target yang diharapkan. Berpromosi juga menjadi bagian kerja seorang marketer. Untuk itu seorang marketer dituntut punya ide-ide cemerlang agar dapat melakukan terobosan dibidang marketing serta memiliki koneksi yang luas.

Marketer online saat ini merupakan jenis bisnis online yang menggiurkan. Ada banyak bloger, reviewer, buzzer media sosial, yang bisa meraup belasan hingga puluhan juta rupiah setiap melakukan posting artikel atau tweet, foto atau video. Bahkan perusahaan raksasa selevel Google, Facebook, Twitter, mendulang keuntungan dari bisnis marketing online yang mereka tawarkan.

Pengertian reseller.
Produsen dan marketer memerlukan reseller sebagai pihak yang menjual produk atau jasa kepihak lain. Reseller merupakan pelaku bisnis, dan jika itu dilakukan secara online maka tergolong bisnis online. Mereka menjual produk di web, forum jual beli online, toko online atau online marketplace, tapi mereka bukanlah produsen dari produk yang dijual tersebut. Reseller hanya perlu menyediakan stok secukupnya, menjual dan melakukan aktifitas pengiriman pesanan ke pembeli. Setelah stok habis, mereka bisa mengambilnya kembali dari produsen atau distributor atau agen penyedia stok.

Bisnis reseller ini lebih pas untuk jenis produk yang evergreen, tidak lekang oleh waktu, dan variannya tidak banyak, sehingga tidak terlalu memakan space untuk menyimpannya. Misalnya hijab muslim, perlengkapan sholat, kaos kaki, sarung tangan, topi, mantel hujan, kaos, baju, dan pernak-pernik sejenisnya. Karena menyimpan dan melihat produknya langsung, reseller bisa memastikan ketersediaan dan kualitas barang sehingga mempermudah melayani pesanan.

Pengertian Dropshiper.
Nyaris sama dengan reseller, dropshipper menjual barang yang bukan produknya sendiri, dan bukan miliknya. Bedanya dengan reseller, dropshipper tidak menyimpan stok produk sama sekali. Dropshipper melakukan penjualan online, setiap kali ada pemesan maka mereka akan menyampaikan ke pihak reseller, distributor, atau produsen. Pihak itulah yang akan melakukan pengiriman pesanan ke konsumen. Inilah jenis bisnis online yang paling praktis, namun sekaligus juga agak rumit. Sebab seorang dropshipper harus tekun melakukan komunikasi dan mediasi antara konsumen dengan penyedia produk. Pihak dropshipper harus memastikan keinginan pembeli bisa dipenuhi sebelum transaksi dilakukan. Akibat tidak melihat dan menyimpan stok produk, dropshipper tidak bisa langsung memantau ketersediaan dan kualitas barang. Ketika pembeli merasa tidak puas dengan kondisi produk, dropshipper harus tetap bertanggung jawab memberi penjelasan. Inilah tantangan utama sebagai dropshipper, walau kadang ada yang menganggap menjadi dropshipper adalah bisnis online paling mudah dan murah, sebab tidak perlu keluar modal besar.

Dari tiga hierarki di atas, menjadi dropshipper merupakan yang paling mudah dan murah. Reseller tergolong banyak diminati pebisnis online, terutama untuk produk fashion dan aksesorinya. Tentu saja, semakin banyak pelaku bisnis di suatu bidang, makin besar pula kompetisinya. Apabila sobat punya skill atau passion menciptakan sesuatu, ingin memproduksi, memasarkan, dan menjualnya, bisa dicoba menjadi produsen. Memang tantangannya lebih berat, tapi kamu akan punya pasar niche, pasar khusus untuk bisnis. Dan jika sobat menguasainya, sangat besar peluangnya untuk berkembang.

Untuk memudahkan perbedaan dari marketer, reseller dan dropshiper, admin akan merangkumnya sebagai berikut

Marketer.
✔Artinya bagian pemasaran tugasnya hanya ngiklan..
✔Harga dari saya.
✔Transfer pembeli harus langsung ke rekening saya.
✔Dan marketer dapet fee yg ditetapkan perbajunya.
✔Barang langsung dikirim dari owner ke pembeli.

Reseller.
✔Beli barang dari owner dan tidak ada minimum order, hanya saja harus pembelian kedua baru dapat harga reseller.
✔Barang dari owner langsung dikirim ke reseller, dan Reseller bisa menjual lagi barang dengan harga yang dinaikkan semaunya karena barang sudah menjadi hak miliknya, atau bisa disebut sistem kulakan.
_______________________

Lalu apa perbedaan marketer dan dropship..?? Bukankah barang sama-sama dikirim dari owner..?
________________________

Marketer.
✔Hanya sebagai pihak pemasaran, pengiklan, barang laku dapat fee/barang yang sudah disepakati di awal.
✔Harga ditentukan owner.
✔Transfer atau pembayaran langsung dari pembeli ke owner.

💔Sedangkan Dropshiper.
✔Yaitu penjual yang menjual barang tanpa memiliki barangnya, hanya menunjukan gambar.
✔Ketika ada orang order, barang dikirim langsung dari owner ke pembeli tanpa melewati dropshiper.
✔Harga di Up oleh dropshiper sesuai keinginannya, dan transfer pembayaran langsung dari pembeli ke dropshiper yang mana dropship memposisikan dirinya sebagai penjual tapi tidak memiliki barangnya.

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan perbedaan antara reseller, marketer dan juga dropshiper, jika ada pertanyaan silahkan sampikan dikolom komentar. 


Related Posts

Pengertian dan Perbedaan Antara Reseller, Marketer dan Dropshiper
4/ 5
Oleh