asads
U2FsdGVkX1+oAnwbnskvya69szTjdFpGybhS2NzdrKHSjoJTr08Mjc5tbPuHiBiBO8XlWYvlkceixZrnmV7xdQ==

Baca Juga

Pengertian dan kegunaan prefetch file--Prefetch files adalah sebuah komponen windows yang mulai ada di windows xp dan merupakan bagian dari memory manager, mulai di windows vista, prefecth(er) diperluas dengan superfetch dan readyboost. Superfetch atau prefetch itu sendiri berfungsi meningkatkan kecepatan dalam men-load sebuah aplikasi dengan cara memonitor dan membuat pola/peta penggunaan sebuah aplikasi kemuadian merekam data-data kunci(major data) tersebut kedalam sebuah file ber ekstensi(.pf) dan diberi nama sesuai dengan nama aplikasi yang pernah dijalankan, dan disebut juga trace file.

Pengertian dan kegunaan prefetch file

Trace files ini mencatat proses booting atau start aplikasi, files-files apa saja yang dibutuhkan dan bagian mana saja dari file tersebut yang perlu di-load ke memory.

Penggunaan file prefetch :

  • Tidak ada file prefetch yang diload atau di-cache ke memory sebelum user berusaha untuk membuka suatu aplikasi.
  • Saat user membuka suatu aplikasi, barulah file prefetch(yang pernah dibuat untuk apklikasi tersebut) akan dikirim ke memory ram sehingga akan diakses dengan sangat cepat.
  • Selanjutnya dengan "berbekal" daftar(peta) dalam file prefetch tersebut, sistem windows bisa langsung menuju file lokasi di Hardisk tanpa harus menelusiri dan mencari dalam setiap sektor hardisk, dengan cara ini maka setiap file"loader" bisa cepat diakses dan aplikasinya bisa cepat di-load juga.
  • Hal ini juga diterapkan pada proses booting.



Prefetching :
Prefetching atau proses prefetch sebenarnya adalah proses dimana sistem operasi me-load data & code dari HDD ke dalam memory sebelum data tsb. benar-benar dibutuhkan.

  • Dalam tujuan prefetch untuk meningkatkan performa, maka Cache_Manager me-monitor  arus pergerakan data antara HDD dan RAM, serta antara RAM dan Page_File (Virtual Memory). Baik saat proses booting, maupun saat berbagai Aplikasi dan Process di-load. Lalu Cache_Manager  akan membuat peta direktori dan file setiap aplikasi & process tsb. dan kemudian menyimpan dalam sebuah file ber-ekstensi [.pf] dalam folder Prefetch.
  • Setelah peta direktori dan file dibuat, Cache_Manager akan memakainya untuk meningkatkan efisiensi saat booting maupun loading aplikasi dan process. Lebih detil lagi, Cache_Manager akan memeriksa folder Prefetch, apakah sudah tersedia peta yang diperlukan sesuai aplikasi yang akan dijalankan. Jika sudah tersedia, Cache_Manager akan memerintahkan system agar segera meng-akses folder & file seperti yang ada dalam peta tsb. Berikutnya akan memberi tanda pada Memory_Manager agar menggunakan informasi dalam peta untuk me-load data terkait ke halaman memory (RAM).
  • Setelah proses prefetching selesai, Cache_Manager akan mengijinkan aplikasi (dan Process) untuk melanjutkan loading. Selanjutnya, aplikasi dan Process akan menemukan (dengan mudah) semua data yang diperlukan sudah tersedia dalam halaman memory, ini sangat mengurangi keharusan  untuk mengakses HDD sehingga proses loading bisa berjalan lebih efisien & cepat.

Self optimasi Folder Prefetch :
Untuk lebih menambah efisiensi proses prefetching, Windows secara periodik akan meng-analisa isi dari file-file peta (Prefetch files) tsb., dan lalu merangkainya dalam urutan sesuai proses loading setiap aplikasi-nya.
Kemudian Windows menyimpan informasi analisa tsb. ke dalam file Layout.ini, yang ada di folder Prefetch juga.

Jadi, file Layout.ini merupakan rangkuman (konsolidasi) semua file Prefetch [*.pf]. File ini akan digunakan untuk optimasi isi folder Prefetch. Jika file ini hilang (dihapus), maka sistem tidak akan pernah bisa membuat dengan sendirinya, dan fungsi optimasi folder Prefetch akan tidak bisa dilakukan.
Selanjutnya Windows  akan men jadualkan (schedule) program Defragmenter agar me-relokasi (men-defrag) semua direktori (folder) dan file yang terdaftar dalam Layout.ini, ke suatu tempat yang berurutan dalam HDD, dan sesuai urutan dalam informasi yang ada dalam file Layout.ini. Ini berarti bahwa isi folder Prefetch selalu dalam kondisi "optimized", rapi, dan cepat untuk di-akses.
Dari sini tampak jelas, bahwa Windows_Task_Scheduler harus dalam keadaan Enabled dan di-set Automatic (default) agar Prefetch bisa berfungsi normal.

Pada dasarnya secara default, Windows otomatis melakukan optimasi terbaik pada folder Prefetch. Meski demikian (jika dikehendaki) ada beberapa hal yang bisa dilakukan secara manual oleh User terhadap fungsi Prefetch, tentu dengan semua "Resiko" yang bisa timbul karenanya.

Setting Parameter Prefetch.
Setting Windows Prefetcher tersimpan didalam Windows Registry pada key :
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Session Manager\Memory Management\PrefetchParameters. Gambar-3 Win XP, Gambar-4 adalah Win 7.

Sobat bisa meng-akses key registry ini dari regedit.
Kita bisa merubah value pada EnablePrefetcher (dan EnableSuperfetch) sebagai berikut.

  • 0 = Disabled (tidak aktif).
  • 1 = Application launch prefetching enabled (prefetch hanya untuk aplikasi yang dibuka).
  • 2 = Boot prefetching enabled (prefetch hanya untuk proses Booting).
  • 3 = Applaunce and Boot enabled - Optimal & Default - (prefetch untuk applikasi dan booting).


Setting yang di-sarankan adalah diset pada value = 3, EnablePrefetcher=dword:00000003.
Note : pada Win 7 nilai value untuk EnablePrefetcher dan EnableSuperfetch haruslah sama.

Defragmentasi File Prefetch.
Buka Command Prompt, dan ketik : defrag c: -b lalu tekan Enter.
File Prefetch akan mulai de-defrag, tunggu sampai selesai.
Untuk keluar dari Command_Prompt, ketik Exit - dan tekan Enter.

Membersihkan Folder Prefetch.
Saya ingin tegaskan, bahwa adalah sangat tidak perlu membersihkan folder Prefetch, karena sistem akan otomatis melakukan hal ini.
Biarkan folder Prefetch apa adanya, karena tidak akan mengganggu performa sistem sama sekali.
Namun jika anda harus melakukannya, perhatikan hal-hal ini.

Jangan hapus folder Prefetch.
Jangan menghapus file Layout.ini, sebab sekali file dihapus, selamanya akan hilang, dan folder Prefetch menjadi tidak berfungsi sama sekali, tak peduli meski anda berusaha edit registry bagaimanapun.
Untuk menghapus isi folder Prefetch : dari Run - ketik  prefetch - hapus semua file Prefetch kecuali Layout.ini. Jika file Layout.ini terhapus, carilah di Recycle Bin, lalu restore file Layout.ini, maka akan kembali ada di folder Prefetch.

Pada startup berikutnya, Windows akan membuat file Prefetch yang baru - jika anda tidak men-disable nya.
Memperbaiki Folder Prefetch.
Jika file Layout.ini benar-benar sudah hilang, maka harus dilakukan rebuild kembali. Berikut cara me-rebuild (membuat) file Layout.ini.
Pastikan bahwa service Windows_Task_Scheduler kondisi Enable, caranya:


  • Start - Control Panel - Administrative Tools - klik Services.
  • Pada daftar Services pastikan Task_Scheduler Enable, dan restart service dengan klik pada Start. Tutup Control Panel.
  • Selanjutnya, buka Command Prompt, ketik (copy) perintah ini : rundll32.exe advapi32.dll,ProcessIdleTasks - Tekan Enter.
  • Berikutnya lakukan booting 3 (tiga) kali. Agar sistem membangun kembali folder Prefetch, sistem butuh re-boot 3x.
Demikian sekilas mengenal file Prefetch, semoga artikel ini bermanfaat.
Loading...